Lagi ingat lagu Iwan Fals yang rasanya relevan dinyanyikan saat-saat ini. Lagu yang, paling nggak buat saya pribadi: tajam, bermakna dan nendang banget saat merefleksikannya pada kondisi negeri kita saat ini.
Lagu yang rasanya bisa menggantikan pidato berbusa tentang idealisme dan nurani. Tentang keberpihakan dan kepedulian pada rakyat jelata. Lagu yang ‘cukup’, jika saja mau dimaknai oleh mereka yang kebetulan sedang diberikan amanah, siapa saja, di mana saja.
Lagu yang juga relavan. terutama untuk dinyanyikan oleh para pejabat yang suka menyanyi bahkan sampai bikin album segala. Bagus banget kalo para pejabat itu mau menyisipkan lagu ini dalam album mereka. Mungkin jadi lebih menambah ‘bobot’ album daripada sekedar bertajuk ‘rinduku padamu’. Hehehe…
Apa mungkin? Apa Mau?
***
Kesaksian
Iwan Fals
aku mendengar suara
jerit makhluk terluka
luka, luka
hidupnya
luka
orang memanah rembulan
burung sirna sarangnya
sirna, sirna
hidup redup
alam semesta
luka
banyak orang
hilang nafkahnya
aku bernyanyi
menjadi saksi
banyak orang
dirampas haknya
aku bernyanyi
menjadi saksi
mereka
dihinakan
tanpa daya
ya, tanpa daya
terbiasa hidup
sangsi
orang-orang
harus dibangunkan
aku bernyanyi
menjadi saksi
kenyataan
harus dikabarkan
aku bernyanyi
menjadi saksi
lagu ini
jeritan jiwa
hidup bersama
harus dijaga
lagu ini
harapan sukma
hidup yang layak
harus dibela
***
Selamat menyanyi, walau hanya dalam hati…
diambil dari
pejabat2 pada nyadar ga yah dengan arti lagu ini? hmmmm
penting banget tuh kalo mereka nyadar.
bertobatlah.
hahahahaha ツ
boy: iya ya. hehehe. Tks.