Mesjid di Atas Pasar Tenabang

Salah satu keluhan banyak orang tentang fasilitas publik kita adalah keberadaan tempat ibadah yang kerap hanya jadi sekedar ornamen pinggiran belaka.

Biasanya diletakkan di pojok, ujung yang berkelok dengan jalan yang gelap dan kadang becek. Dinding dengan warna pupus, lampu temaran dan karpet menghitam yang lusuh dan bau menjadi ciri umum musholla atau mesjid yang ada di tempat publik seperti mall, plaza, pasar, kantor dan sebagainya.

Katanya, itu juga adalah sebuah isyarat bagaimana manusia modern di perkotaan memposisikan Tuhan dalam hati mereka: di pojok relung hati yang tersembunyi hingga nyaris tak terasa lagi. Itu katanya. Benarkah? Wallahu’alam.

 Tapi di Pasar Tanah Abang, beberapa waktu lalu saya menemukan yang sedikit berbeda.

Di atap gedung, ternyata ada sebuah mesjid yang berbeda dari kondisi tempat ibadah di tempat publik pada umumnya.

Mesjid di atap pasar Tanah Abang terlihat bersih, rapi, indah, resik, nyaman dan aman.

Sebuah pemandangan yang menyejukkan tentunya. Kepenatan kehidupan di sebuah pasar ditemani dengan ‘ademnya’ suasana mesjid yang ada di atasnya.

Boleh juga jika ada lembaga yang memberikan penghargaan untuk Pasar Tanah Abang untuk sebuah mesjid resik yang ada di atapnya.

Saya percaya, mesjid membawa aura positif bagi sebuah lokasi. Mudah-mudahan saja, dengan adanya sebuah mesjid di atas sebuah pasar, hilang pula secara perlahan wajah lain sebuah pasar yang biasanya dibumbui kecurangan sampai penipuan. Hehehe…

Mudah-mudahan. Berharap boleh kan?

There are no comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: