Bangsa Yang Aneh

Menyimak media akhir-akhir ini membuat saya berpikir betapa anehnya bangsa ini. Entah karena makin rapuhnya relasi sosial di masyarakat, miskinnya figur teladan atau semakin menghimpitnya beban ekonomi bagi rakyat.

Suami yang membentur-benturkankan kepala sang istri ketika tahu ia tak mendapat sisa ayam goreng yang dipesannya karena dihabiskan oleh anak-anaknya. Ibu yang memberi susu beracun kepada anaknya, dan ketika sang anak mati lalu ia meminum susu yang sama untuk menyusul mereka ke alam baka. Anak SD yang bunuh diri. Hingga bocah TK yang mengerti cara kabur dari rumah orang tuanya.

Aneh bukan? Walau keanehan yang tragis.

Aneh biasanya muncul karena adanya paradoks. Dan bermacam paradoks ada di negeri ini. Bandingkan saja antara gdp, angka kemiskinan, buruknya fasilitas pendidikan di satu sisi dengan misalnya, angka pembelian hp high end di Indonesia, daftar manusia terkaya versi forbes dan bangunan publik yang tak jelas fungsinya semacam tugu, monumen atau lampu asesoris malam kota-kota.

Keanehan mungkin juga bisa terbaca misalnya dari megah dan kolosalnya sebuah acara memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional dengan misalnya makin bertambahnya gubuk liar kaum papa di belantara kota.

Keanehan lainnya misalnya terlihat dari munculnya anak-anak yang memberikan harum nama bangsa di dunia ilmu dengan menjuarai berbagai lomba kimia, fisika, matematika atau lainnya di tengah carut marutnya sistem pendidikan kita (setidaknya itu yang dikatakan para pengamat pendidikan).

Sebagian pemimpin juga menunjukkan gejala yang aneh. Kadang hanya berpolemik tentang hal yang nggak penting dan menganggap segala masalah bisa diselesaikan dengan beriklan.

Rakyat negeri ini mungkin juga bisa dibilang aneh. Penguasa berganti, rezim berlalu, berkali-kali ditipu. Tapi kerap lupa terhadap apa yang telah terjadi pada mereka terutama ketika waktu mendekat ke pemilu. Ingatan yang pendek dan mudah silau dangan pragmatisme sesaat.

Jangan-jangan, yang menulis tulisan ini juga aneh. Kok mau-maunya memikirkan keanehah-keanehan tanpa memberikan solusi. yang pasti, yang mau membaca tulisan ini juga lebih aneh, kok sudi-sudinya membaca tulisan yang aneh ini hingga habis. Hehehe…

Aneh!

There are no comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: