taman kata

Nisan
sengon yang angkuh
dengan kemboja berbunga luruh
gundukan bernisan batu
tiap hari membuka seperti buku

Cipinang, 12/8

Simpang
pilihan itu sesuatu
paksa hidup diam di sudut
hanya satu muka
yang dingin dan beku
apakah cara itu harus satu
selalu

Cipinang, 12/8


Gerimis Agustus

membasah
ilalang kegalauan
kolam gelisah
daun hati kelu
para-para kebimbangan
mengaliri penat dalam cawan diam

sesal

humus membau
berkisah semasa lalu
dan capaian yang termangu
dalam ragu

Cipinang, 11/8


Wajah

cekung relung
jejak pencarian
tak berkesudahan
tentang puas
yang kini tak bisa lagi bersisian jalan

taman yang kau jelang
masih di sana
tertimbung ilalang
setinggi gemintang

sibak saja dengan tengan kelapangan
jiwa dan semesta mu

Cipinang, 30/7 untuk seorang kawan

taman kata lainnya

There are no comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: