saya bangga ikut pemilu…

Pesta telah usai…

nyontreng bersama anakTentu saja: ada antusiasme, ada kecewa, ada pembelajaran, ada semangat dan harapan serta kebodohan yang berulang pada pemilu 2009 ini. Tapi saya gak nyesel ikut menjadi seorang pemilih di pemilu kali ini. Saya malah bangga, menjadi bagian dari proses pendewasaan bangsa ini walau dengan peran ala kadarnya.

Soal ketidaksempurnaan, baik yang disebabkan karena kekurangabaian, kesengajaan, ketidakkompetenan atau mungkin usaha kecil-kecilan untuk membuat celah manipulatif oleh beberapa pihak memang sempat membuat jengkel. Apalagi melihat besarnya biaya kegiatan serta melihat banyak rekan, sobat, kerabat yang terhilangkan haknya karena lenyap dari DPT.

Karena sudah terjadi, mau apalagi, yang bisa dilakukan pihak terkait (terutama para legislator dan pemerintah) memang cuma berusaha sekuat mungkin memperbaikinya di masa datang. Saling menyalahkan juga bukan solusi buat saat ini, paling gak menurut saya pribadi.

Untuk Pemilu yang lebih baik, pemerintah mendatang punya PR besar untuk bikin data penduduk kita jadi bener. Bagaimana tidak, yang didata itubukan sekedar angka tapi pemangku hak paling besar negara ini: rakyat! Kalau datanya saja sudah gak bener, pemerintah harus malu kalau mereka ngaku-ngaku menjadi pelayan rakyat. Eh, tapi apa ada pemerintah dan aparat yang bener-bener mau jadi pelayan rakyat? Hmm… 

Kalau data bena, rasanya KTP sudah bisa jadi sekalian tanda pemilih atau pelayanan sosial lainnya. Pasti bisa menghemat biaya lebih besar jika terwujud.

Catatan kecil lainnya, ya soal banyaknya partai yang bikin senewen itu. Jumlah banyak yang bikin kertas suara berukuran jumbo. Banyak pemilih stress gara-gara keribetan ini. Terutama kaum manula dan pemilih manula. Bahkan sampai ada yang gak nyontreng tapi malah menulis gede-gede di kertas suara: “Saya Bingung Pak!!!!” Halah!

Bahkan untuk DPRD di beberapa daerah perlu dua lembar (ukuran jumbo) untuk menampung semua caleg. Dan cilakanya, dua lembar itu tidak saling terkait yang bikin, setidaknya di TPS saya, jadi lepas dan ketuker satu sama lain. Terbayang kisruh dan dampaknya buat keabsahan suara. Aspek teknis yang bikin sebagian suara rakyat dan effort mereka jadi rusak juga.

Apapun hasilnya, moga-moga tetap jadi yang terbaik untuk seluruh rakyat. Semoga bukan jadi harapan kosong belaka…

There are no comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: