Knowing: Mimpi Subtil seorang Proyas

Menemukan film Holywood bertema subtil memang bisa membilang jari. Salah satunya mungkin adalah Knowing, dirilis Maret 2009, yang merupakan karya sineas Australia berdarah Yunani kelahiran Mesir, Alex Proyas.

Knowing sejatinya mengajukan pertanyaan rumit kepada penonton tentang hal mendasar yang berkait dengan eksistensi keberadaan manusia dan kehidupan yang melingkupinya.

Film yang diangkat dari Novel Ryne Douglas Pearson ini menyajikan sebuah wacana unik tentang apakah alam ini memang tercipta dengan sebuah ‘tujuan’ atau hanya merupakan acakan dari berbagai kebetulan. Tema yang cukup berat bagi penikmat film pada umumnya.

Walau dimasukkan dalam genre film drama sci fi, buat saya Knowing sejatinya adalah sebuah film yang kental dengan spiritualisme. Sejak awal Proyas membangun kecemasan dalam keburaman yang introspektif yang terus menghantui penonton hingga akhir cerita. Opening film misalnya dibuka dengan satelit view ala google earth. Bumi di malam hari dengan kerlip lampu dan mobil yang berseliweran seperti kunang-kunang.

Simpel, tapi berhasil membangun sebuah kesan tentang betapa mikronya kehidupan. Dengan pemandangan semacam itu, yang juga sering kita temui saat pesawat landing dan take off, bagi sebagian orang mungkin membangun semacam konstelasi kejiwaan tentang ketakberartian hidup.

Cara Proyas membawa isu seputar determinisme dan chaost pun cukup bersahaja, dengan sebuah adegan saat John Koestler (Nicolas Cage), seorang professor astrofisika MIT, berdialog dengan mahasiswanya di sebuah kelas.

Yang menarik juga dalam Knowing adalah penggambaran yang begitu ‘brutal’ tentang kerapuhan manusia. Lihatlah bagaimana Proyas menggambarkan musibah-musibah yang diramalkan dalam angka-angka oleh seorang Lucinda. Belum pernah saya melihat penggambaran bencana yang begitu fokus pada para korban yang terbakar atau terbentur luruh seperti anai-anai seperti yang digambarkan Proyas. Manusia betul-betul digambarkan sebagai obyek tanpa daya saat menghadapi sebuah bencana dan kematian.

Pearson juga banyak memunculkan simbolisasi yang dianggap sebagai ‘penyusupan’, nilai timur ke dalam sebuah mesin mimpi -yang kita sebut film- yang diproduksi barat. Bahkan ada sebagian orang yang bilang Knowing juga mendekonstruksi anggapan umum manusia barat tentang hidup yang bukan apa-apa dan ‘tidak kemana-mana’ kepada sesuatu yang ‘bertujuan’. Lihatlah bagaimana Proyas menggambarkan para ‘pembisik’ sebagai mahluk yang berwujud asli dominan berupa ‘cahaya’.  Mirip penggambaran malaikat dalam kultur timur. 

Bagi saya, penerjemahan Proyas terhadap ide Pearson tentang ‘dunia baru’ bagi ‘yang terpilih’  juga begitu menakjubkan. Sebuah gambaran yang mendekati surga dengan sebuah pohon besar kehidupan yang bertelekan sungai di bawahnya, juga konsep yang kental nuansa timurnya.

Sebuah film yang buat saya memberikan nilai lain dari sekedar rehat dan hiburan.

boy hamidy
orang biasa yang juga seorang penikmat film😛

Resensi lain mengenai Knowing klik di sini.

2 Responses

  1. baru banget nonton knowing semalem. Ceritanya penuh dgn filosofi bertalian merah dengan kepercayaan yahudi (berkaitan dgn angka-angka). Acting Nico memang ga pernah diraguin, keren. Tapi saya ngedrop dengan penggambaran ‘kendaraan’ para ‘malaikat albino’ yang punya kesan seperti alien….ah..kenapa gitu segala pake kendaraan kaya gitu..jadi ngeedrop. Coba kalo dibikin mereka lenyap menjadi cahaya aja..mungkin persepsi saya sebagai penonton tetap terfokus bahwa mereka itu adalah malaikat, bukan alien.

    after all…tulisannya bagus pak🙂

    boy: makasih Lia dah mampir, iya, ada disebut-sebut kabalah dalam dialog. beberapa temen juga bilang soal alien itu seperti Lia, bikin ngedrop. hehehe… mungkin versi lain Proyas untuk buoraq kali hehehe.. saya lagi belajar menulis nih. mohon dimaklumi. hehehe. salam semangat!

  2. Sepertinya film ini wajib tonton, entah memang film ini jaminan bagus atau hanya penuturan anda saja yang membuat film ini terkesan menarik…tapi kapan nontonnya ya? Anyway, salam kenal dari saya….

    boy: sama kenal juga. nanti kalo jadi nonton kasih tahu saya ya Mas. hehe.. biar jadi feed back juga buat saya. salam semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: